Mie Ramen Bang Gentong, Jajanan Mahasiswa Malang - Berselera Eps. 3

October 27, 2017



Hai Guys. "Berselera" kali ini kita akan ngomongin makanan favorite mahasiswa banget nih, terutama pecinta makanan yang menantang karena rasa pedesnya yang gak biasa. Ini dia "Mie Ramen Bang Gentong".


Sebenarnya ini udah kesekian kalinya aku ke warung bang gentong ini. Dan kenyataan aku balik lagi berkali-kali ke tempat ini tentu sudah memberi arti kalau hidangan disini nagihin banget. Ohiya ini bukan endorse ya (kodekeras.ckck), aku juga gak ada kontrak sama sekali dengan pihak bang gentong, jadi semua review disini adalah benar-benar tanpa ada keterpaksaan dan murni dari pengalamanku sendiri mencicipi cita rasa yang ditawarkan.

Kalau di malang makanan olahan dari mie memang sudah banyak banget. Mulai dari mie setan yang mungkin sudah paling populer sampai mie-mie lain yang nyebutin namanya aja bikin lidah kelipet (segitunya yaa haha). 

Oke langsung saja berikut reviewnya ;

1. Tempatnya Lumayan, meski ....

Ini tampak depan. Tempat mesan dan kasir.

Tempatnya lumayan sih, walaupun bukan yang terbaik. Sebagian mejanya berada di depan, sebagian lagi lesehan di dalam ruangan kira-kira berukuran 5 × 5, dan sebagian lesehan lainnya berada di teras toko yang sudah tutup. Pemilihan warna dan hiasan dindingnya ya secukupnya aja, gak berlebihan sama sekali. Bagian depan misalnya, dinding-dinding yang terbuat dari bambu itu hanya ditempeli beberapa menu dan informasi promo ataupun pelayanan disini.

Bagian dalamnya begini

Dinding di bagian dalam juga putih bersih tanpa ada hiasan sedikitpun, walaupun pada satu sisi dibalut dengan banner besar yang bertuliskan brand bang gentong yang menurutku membuatnya menjadi menarik. Minusnya mungkin hanya gak ada hiburan seperti televisi atau suara radio setidaknya, jadi saat menunggu orderan yang mana memang agak lama menjadi seperti krik-krik sendiri kalau nggk ya dengerin suara motor yang lewat hehe.

Ini bagian depan yang lesehan di depan toko


2. Pelayanan ramah, tapi ..

Nih mbak-mbaknya lagi serve pelanggan

Pelayanan cukup nyaman dan ramah. Seluruh pelayan juga menggunakan seragam yang sama. Tisu, sendok, sumpit, dan sedotan sudah tersedia di setiap meja, kecuali kerupuk yang terletak di sudut-sudut tertentu. Kesan saat mengordernya aja sih yang sedikit lamban (mungkin karena buatnya ribet ya), jadi siap-siap deh untuk menunggu cukup lama, apalagi jika sedang rama-ramainya, yang mana itu hampir setiap saat, karena lokasinya juga yang terbilang cukup mudah dijangkau oleh mahasiswa-mahasiswi malang.


Mungkin yang tidak aku sukai hanya pada saat baru tiba, mejanya terkesan belum dibersihkan dengan baik, seperti masih ada sisa mie atau air yang paling sering, dan itu bukan sekali itu aja. Tapi semoga tidak semua seperti itu sih, apalagi dengan jumlah pelayan yang terbilang gak sedikit, harusnya meja-meja dapat dibersihkan lebih teliti lagi. Plus, struk pembelian juga harus diberikan ke pembeli, karena aku juga pernah tidak diberi struk oleh mas-mas pelayannya (lupa mungkin), padahal itu kan penting banget biar pelanggan bisa mengecek kembali harga dan jumlahnya, apalagi jika makannya rombongan, you know lah what i mean wkwk. 

3. Rasanya nendang sih ..

Pedesnya kebayang gak ?

Soal rasa sih aku bisa bilang enak dan nikmat. Di Malang, mie dengan cabe yang melimpah memang udah gak jarang ditemuin, pasalnya mie jogging, mie cobek, bahkan mie setan (yang paling populer) pun juga super pedas. Ciwimie di belakang stadion kota batu juga pedas dan berkuah, tapi meski demikian, soal mie pedas dengan kuah yang berasa banget ya cuma disini. Campuran telur setengah matang didalam kuahnya membuat kesan nikmat dan elegannya semakin wow. Fantasinya beda banget sih, apalagi di ada bakso dan ceker ayamnya juga, jadi kalau bisa dibilang komplit, ya komplit deh nikmatnya.

Ngilerr

Kecuali kalau kalian tidak begitu suka dengan ceker ayamnya, ya disisihkan aja sih. Kalau nggak, tinggal pesan tambahan yang lain seperti sosis, sate usus, ataupun yang lainnya. Level kepedesan mie disini juga terukur sesuai dengan keinginan dan kemampuan konsumen, jadi meskipun bukan pecinta makanan yang pedes banget, ya tetap bisa menyantap kenikmatannya.

Ada cekernya juga

Jadi kalau soal rasa, ya jelas oke sih. Itulah alasan kenapa aku sudah berkali-kali bolak-balik menyantap mie bang gentong ini. Dijamin bikin balik lagi, tapi jangan sering-sering ya, nanti dompetnya kering dan perut kalian sakit wkwk.

4. Menu dan harganya juga menarik

Menunya cukup beragam guys. Harganya juga ya standar lah ya, seperti mie-mie super pedas yang lainnya. Tapi memang sih gak bisa dibilang murah juga. Jadi kalau memang sedang ingin irit uang yang banyak, lebih baik meng-order minuman yang sederhana saja, plus nggk usah menambah sosis, sate usus, ataupun kerupuk. Karena item tambahan dan munuman yang berlebihan akan menguras dompet kalian, apalagi dengan porsi yang segitu saja harusnya sudah bisa membuat perut kenyang banget.

Silahkan dipilih-pilih

Kalau masalah harga sih relatif lah ya. Makanan enak memang harus mahal. Pun makanan abal-abal sudah pasti murah. Tapi kalau dapet kepuasan yang setimpal ya gak papa juga kan kalau harus ngeluarin sedikit lebih dari biasanya.

5. Lokasinya dekat kampus ..

Mahasiswa yuk merapat

Bertempat Pas dibelakang kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebelah kiri jika dari kampus ITN Malang, dan berada di sebelah kanan jika dari arah Taman Merjosari. Papan namanya berwarna merah yang cukup jelas dan dinding bambu di pinggir jalan tepat di belakang kampus UIN Malang.

Oke sekian untuk review kali ini. Jangan lupa beri saran dan share post ini biar bisa menjadi referensi makan yang asik bareng teman, sahabat, dan kerabat lainnya. Semoga informatif ya, terima kasih. Salam Selera.

You Might Also Like

3 comments

  1. Bang Gentong itu level mahasiswa banget kelas menengah yang pas sih. Pas untuk nongkrong2 karena mie2an, trus ada level pedesnya jadi kekinian, trus interior dan eksteriornya lumayanlah. Ga sekedar warung biasa, tapi juga gak terlalu wah, sehingga nyaman.

    Overall harga2nya juga terjangkau sih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iyaa makanya mahasiswa banget, nyaman dan terjangkau. Ternyata penikmat bang gentong jugaa :)

      Delete

  2. Wow, this looks delicious! I never tried ramen noodles, but I guess I am going to – tonight. Once I find a website where I can Buy Dissertation Methodology, I will treat myself to a plateful of ramen noodles. I hope the Indonesian restaurant in my area has them.

    ReplyDelete