Gadis Preferen #Istimewa

April 19, 2015



Aku bisa merasakan darah muda cepat alirnya dalam diri, dan khayal serta sentimen masih memenuhi jiwa, lalu tibalah gempuran cinta menimpa hati nan lugu dan polosku. Entah dari mana tibanya, seketika terbisik sejuta ilham di ruang fikirku hanya karena sejumput senyum serta sesorot tatapan sejuk seorang gadis.

 Masih merekat kuat diingatanku, bergetar tanganku ketika pertama kali menulis tentangmu, hatiku memaksaku menulis, banyak perasaan tertampung, tapi ketika kusentuh penaku, seketika hilang akalku, lantaran tak tahu dari mana harus kumulai. Sejak awal sebenarnya intelejensiku terlampau daif untuk menjangkau imajinasi yang selaras tentangmu, apalagi fatamorganamu selalu memenuhi rongga fikirku, dan kalbuku tak kunjung mencair lantaran membeku terhipnosis oleh kelembutanmu.
 
baca juga; "surat resahmu", klik disini.
 
 Jika saja kau tahu, sosokmu sungguh telah mempermak jiwaku, menyusutkan egoku, dan menjadi alasan terbaik kenapa kuharus tersenyum glamor setiap waktu. Kini ku tahu bagaimana harus merekahkan senyumku, itu lantaran kemistisan pusaka cintamu yang kau berikan kepadaku, hingga kemistisan itu menciptakan energi menggoda bagi semangatku. Kini, aku tahu persis bagaimana rasanya menikmati denyutan nadiku, karena sejatinya kau telah memberiku dunia, yaitu sebuah dunia dimana hanya ada aura cinta kasih serta keresahan batin belum dan tak pernah ditemukan.

 Kau renggut paksa rasaku lantaran pesonamu, hingga tak bertepi ku tinggikan puji akan dirimu, merosotkan daku pada kerendahan hati, dan membangkitkan daku dari keangkuhan peng-agungan diri sendiri. Tak hentinya batinku berdentam gembira, lantaran kelembutanmu itu telah menyambut tanganku disaat engkau tahu betapa lemahnya daku. Meski lemah batinku, tapi kau telah menerbitkan kekuatan untukku berani menyatakan yang sebenarnya, dan inilah kejujuranku, “daku cinta akan engkau".

baca juga; "suratan hati untuk tuhan", klik disini.

 Sedari awal ketertarikanku akan engkau terus mengembung dalam hatiku, hingga tak dapat lagi ku setir ketamakanku untuk memilikimu, menjagamu, menopangmu, dan memperjuangkan sisa-sisa mimpimu. Saat hilang arahmu, tak kunjung daku berhenti berusaha menjadi kiblat mengadumu serta menjelma menjadi tumpuan perekah senyum mewahmu, kupatrikan semua itu karena sejatinya kebahagiaanku tertakdir pada kebahagiaanmu. Dan daku telah semburkan semua cinta, kasih, sayang, waktu, fikiran, dan semuanya teruntuk dirimu, itu sebagai bukti nyata akan begitu spesial dan berartinya engkau bagiku.

 Dan kini kau genggam tanganku, kau biarkan hati kita bersua bersatu, menjadi pergantungan nasibku dan nasibmu.  Hy gadis, engkaulah kecintaanku.

You Might Also Like

2 comments