Saudara ? Seperti Apa ? - Bercerita Eps. 3

March 06, 2014




Hampir dua puluh tahun, aku memulai segalanya sendiri, melewatkan hari-hariku sendiri, menikmati bulan-bulan berlalu didepan mataku juga sendiri, pun membiarkan tahun demi tahun menyapa lalu berlalu dari hadapanku juga sendiri. Entahlah, aku yang sendiri mulai merasa penasaran sekarang, seperti apa rasanya memiliki saudara kandung, seperti apa rasanya memiliki kakak dan adik. Sepertinya akan menyenangkan menghabiskan hari bermain bersama mereka, tertawa bersama, makan bersama, bahkan juga bisa mandi bersama, dan semuanya bisa dilakukan di dalam rumah sendiri dan kapan saja.

Kulihat mereka yang memiliki saudara kandung terkadang nampak begitu kompak, saling mendukung dan saling membantu apa yang dilakukan, yang kakak selalu  berbagi pengalaman kepada adiknya sebagai pembelajaran, bahkan mereka saling menjaga satu sama lain dimanapun berada. Sang kakak gelisah dan berusaha membantu ketika adiknya tersiksa, pun sang adik punya tempat mengadu dan mengeluh ketika diterpa masalah. Sang kakak punya sumber senyuman dan kebahagiaan ketika adiknya tertawa dan bermanja-manjaan didepannya. Sungguh agung kasih diantara mereka. 


Hal itulah yang tidak kumiliki, kasih seperti itu, dan  kebahagiaan seperti itu. Aku sedih dan terkadang merayakan kesedihaku dengan air mata dalam kesepian dan kegelapan. Aku malu menampakkan kesedihan itu pada keramaian, malu menampakkan kesedihan itu pada alam terang. Meski begitu aku bahkan tidak menyalahkan tuhan, tidak menyalahkan orang tuaku, tidak menyalahkan takdirku, dan tidak menyalahkan hidupku, hanya saja aku ingin merasakan romansa seperti itu, tapi pada akhirnya aku sadar dan memaksakan hatiku untuk mengerti bahwa tuhan memang tidak selalu memberikan apa yang aku inginkan tapi Tuhan telah memberikan banyak hal tanpa harus ku minta. Aku punya orang tua, kakek nenek, tante dan paman, sepupu-sepupu beserta keluarga besarku yang lain dan juga sahabat serta teman. Meski tak memiliki saudara kandung, pun aku bisa membagi tawa bersama mereka, mengadu kepada mereka, bermanjaan dengan mereka, memperoleh dukungan dan perlindungan mereka, dan aku selalu punya tempat untuk kembali sebagai keluarga. Meski aku juga memperoleh semua itu, tapi aku tidak memperoleh itu dari saudara kandungku, aku sadar tuhan menjadikanku untuk memerankan tiga karakter dalam diriku, aku sebagai adik, aku sebagai aku, dan aku sebagai kakak. Hebatkah aku ? ya mungkin aku hebat karena memerankan tiga jiwa dalam satu raga, tapi apa kamu tahu ?, aku kesepian karena itu.

Kemudian tuhan akan memberikan orang-orang yang peduli tantang kesepianku, mereka menjelma seperti kakak kandungku sendiri dan juga seperti adik kandungku sendiri. Aku juga memperlakukan mereka seperti yang dilakukan mereka-mereka kepada saudara kandungnya sendiri. Kamu tahu ?, dari situ aku mulai bisa merasakan indahnya memiliki saudara kandung. Lalu akupun mulai memperlakukan mereka sebagai saudaraku sendiri karena kepedulian, kasih sayang dan cintanya untukku.

Tuhan, berikanlah orang-orang seperti itu untukku, agar aku juga dapat merasakan keindahan ini selamanya.

Malang, malam di bulan Maret

You Might Also Like

0 comments