" uhh dingiin " desahku subuh ini.
Diluar alam masih gelap, tak ada sinar sama sekali bahkan bintang gemintang sekalipun, mereka tertutupi gumpalan awan hitam yang berbaris rapi dibawah langit. Pun tak ada suara apapun selain deraian rintikan air hujan yang bersahutan membawa kesejukan, bahkan desahan kesejukannya kini meniup gorden kamarku satu satunya, gorden yang berwarna hijau itu terlihat menari-nari bersama alunan rintikan hujan di atap kamarku. Ku tarik kuat-kuat selimut dari bawah perutku hingga menutupi seluruh tubuhku, ku lirik jam tanganku agak lama , rupanya masih pukul 3 dini hari. Kesejukan ini telah membangunkan tidur lelapku bersama mimpi-mimpi indah didalamnya, kini mimpi indah itu terputus tak tahu apakah masih bersambung ataukah sudah tamat. Aku membalikkan badanku mencari posisi nyaman untuk merayu mataku tertutup lagi, entah berapa lama aku merayu mataku tapi tak pernah berhasil, sepertinya gemuruh dihatiku ini telah mematahkan rayuanku itu.
Resah sekali rasanya terbangun bersama kegalauan yang tercipta dari malam sebelumnya, hingga denyut resah seakan berdesakan dalam jantung hatiku. Ku ulurkan tanganku meraba kesana-sini permukaan meja belajar disamping ranjangku dan kuraih hp ku , kulihat dan sinar hp ini menyilaukan mataku. Kubaca satu persatu whatsapp yang masuk tadi malam setelah aku tertidur. Hanya ada satu pengirim tapi ada banyak resah yang dikirimkan kepadaku, sungguh subuh sejuk ini telah menampung bnyak sekali kesedihanku.
