Suratan Hati Untuk Tuhan - Bercerita Eps. 1
December 24, 2013
Penghujung malam ini rasa kantuk menjauhiku, rasa rindu mendatangiku, dan jarak membebaniku. Entah kata apa yang paling tepat untuk melukiskan perasaanku, jika aku boleh jujur, para satrawan akan merasa geram dengan ini, kukatakan disini bahwa bahkan syair-syair terindah sekalipun takkan mampu sepenuhnya mencerminkan apa yang kurasakan, sebuah kerinduan yang sempurna.
Kini hari ibu menghampiri masa, aku tak
kuasa menciummu seperti saat kecil engkau menciumku, ragaku tak sanggup
memelukmu seperti saat kecil engkau memelukku, jasadku tak mampu memberi kasih sayang secara
langsung seperti saat kecil engkau menggendongku bersama kasih sayangmu yang tulus.
Kini keadaan telah berubah, jarak membentang jauh menjadi pemisah diantara kita,
dan aku sangat merindukan romantika itu. Engkau bidadariku, malaikatku,
delegasi terbaik tuhan yang menemani setiap kesediahanku, kegelisahanku, dan penderitaanku, serta
penyemangat lemahnya jiwaku, bahkan engkau selalu berusaha menghidupkan
kebehagiaanku meski itu diluar dari semampumu. Bersama desahan angin sejuk kota
ini ku rangkaikan sebuah sajak untukmu ibu.
Jika aku mesti menggambar
Aku akan menggambar kasihmu
Jika aku mesti melukis
Aku akan melukis sayangmu
Jika aku mesti berimajinasi
Aku akan meng-imajinasikan cintamu
Dan jika
mesti ku jadikan satu
Engkaulah bait-bait tuhan terindah dimataku
Engkaulah syair-syair rabbani sempurna
dihatiku
Engkaulah puisi-puisi nyawa untuk senyumku
Karena engkaulah seni penghidup bagi
keberkahanku
Ibuku
Engakau adalah kuil keindahanku
Engkau adalah kastil kebahagiaanku
Engkau adalah istana kedamaianku
Dalam tapak kehidupan dunia akhiratku
Entah
apa yang harus kulakukan dengan perasaanku ini, kebingunganku telah berhasil
membekukan fikiranku. Di sudut kota ini, aku menemukan banyak kesepian, kesepian
dari kasih sayang seperti yang engkau berikan untukku, meski terkadang kebahagiaanku
merekah disini tapi itu tak pernah merakah lebar selebar saat aku disisimu. Meski aku
menikmati hari-hariku disini tanpamu bukan berarti aku melupakanmu, yang harus engaku
tahu adalah engkaulah sumber mata semagatku disini yang selalu menghujani
jiwa-jiwa hampaku. I love you MOM , aku sangat merindukanmu.
Malang,
Spesial Hari Ibu

0 comments