P2KK UMM

December 30, 2013



Mengawali tulisan ini , saya sungguh bingung mau memulainya dari mana ,  bukan karena aku tak tahu tentang kesan selama P2KK akan tetapi terlalu indah rasanya untuk di ungkapkan jika hanya melalui rangakaian kata, aku bahkan ingin mengatakan bahwa rangkaian kata ini takkan mampu sepenuhnya melukiskan kehidupan suci selama P2KK berlangsung.

Jujur, saya menemukan banyak kehidupan didalamnya, entah itu berupa kedisiplinan , kemandirian , kepemimpinan , keragaman , persaudaraan , solidaritas , kebersihan fikiran dan terutama keagamaan . Ini bukan kali pertma aku diasramakan karena latarbelakang kehidupanku di pondok dulu bahkan lebih keras , lebih abruk fasilitasnya dibanding di P2KK ini ,  tapi aku senang sekali karenanya lingkungan religius yang dulu membesarkan jiwaku seakan hidup kembali setelah sempat redup dalam memoriku.

Saya berdiam di lantai tiga kamar tempat tidur bersama lima rang yang lain, mereka masing masing dari jurusan yang berbeda dan ini membuat perbendaharaan temanku semakain meningkat. Aku dibimbing di kelas Ibnu rusyd dan terpilih sebagai kepala keluarga (suku), secara langsung ini memberikan tanggung jawab yang besar untukku meski aku tidak terlalu tegas sama temans karena saya tidak mau menjadikan jabatanku sebagai tuan dan teman-temanku sebagai budaknya , karena setahu saya dalam kegiatan inilah kedewasaan berfikir benar-benar diperhitungkan.

“kalian bukan budak yang nanti disuruh , dipaksa ataupun disiksa baru bergerak, tapi kalian adalah orang merdeka yang meski tanpa diperintah bergerak sendiri” kira-kira seperti itulah perkataan trainer di awal pembukaan Acara P2KK.


Ohya , co.trainer kelasku yang masih tergolong muda membuat susana kelas kian santai dan friendly , tidak ada ketegangan berlebihan yang mampu membuat kami tak betah untuk tetap bertahan, mereka adalah Mas Adzra dan Mb’ Nisfull. Ku akui selama P2KK berlangsung teman-teman banyak yang kecapaian dan mengantuk , yaa wajar aja sih secara tidur kami tidak ckup 4 jam dalam sehari semalam bahkan aku sendiri terkadang tertidur kurang dari tiga jam, tapi meski begitu aku benar-benar menikmati kehidupan itu dan takkan membiarkannya menjadi dunia yang terlupakan.

Ohyaa satu lagi, teman sekelasku yang satu ini luar biasa menurutku , rasa ingin tahunya yang besar membuatnya kian aktif disetiap proses pembelajaran di kelas , yahh wajar saja kalau dia menjadi peserta terbaik di kelasku sekaligus terbaik sejagat , sejagat P2KK angkatan 16 maksudnya. Satu hal yang berkesan dalam ingatanku , temanku ini ternyata tidak disukai beberapa teman wanita yang lain, entahlah karena apa aku kurang tahu pastinya , dari sini aku kemudian menyimpulkan bahwa orang besar mesti tidak disukai oleh orang-orang sekitarnya terlebih dahulu sebelum benar-benar bersinar laksana bintang malam dilangit, dan itu ternyata benar-benar sejalan jika kita ingin berkaca pada sejarah seperti perjuangan Rasulullah misalanya. Untuk temanku jangan menyerah dan tetap semangat yaaa.

Saya ingin berterima kasih yang besar-besarnya kepada trainer hebat penuh insfirasi mas fadhor rahman , darinya aku banyak menemukan jalan keluar yang selama ini buntu , menemukan sejuta insfirasi serta motivasi tinggi untuk benar-benar bangkit menjadi orang yang hebat. Dalam satu kesempatan saya dipersilahkan untuk mendiskripsikan sekilas tentang bintang, apa sebenarnya makna filosofi dari sebuah bintang, jujur saat itu aku benar-benar tak tau mau berkata apa dihadapan teman-teman dan akibatnya ada pernyataan spontan yang keliru ku ucapkan, tapi setelah itu aku terus memikirkannya dan aku ingin mengatakan kepada bang Fadhor “aku udah berubah fikiran tentang itu” . Terima kasih atas jasanya , maafkan semua atas kesalahan , ketidak sopanan dan kekuarangan saya mewakili teman kelas Ibnu Rusyd , kami rindu perjumpaan untuk menggali , menggali , menggali lebih dalam dibalik makna sejati kehidupan ini.

P2KK kini telah berkhir , perpisahan memisahakan keluarga kecil ini , suasana kelas selalu dirindukan , canda tawa masih merekat kuat , kebersamaan singkat sarat akan makna tak terlupakan. Meski kami telah tersebar tapi kami ingin tetap menjaga kekompakan , persaudaraan dan kekeluargaan ini , tentu ini menjadi PR penting bagiku sebagai kepala keluarga menyatukan lebih dalam keluarga ini.

Mengakhiri tulisan ini saya ucapkan Terima Kasih P2KK Kampus Putih-KU.

You Might Also Like

0 comments