SEJAHTERA BERSAMA PENDIDIKAN
December 29, 2013
Berawal
dari peran penting pendidikan bagi seseorang yang seringkali dipertanyakan.
Mereka melihat banyaknya orang berpendidikan tinggi tetapi masih betah dengan
dunia pengangguran, dari sanalah kemudian kepercayaan mereka mulai redup
tentang pendidikan. Lalu seberapa besarkah peran pendidikan dalam menjamin
kesejahtraan hidup dimasa yang akan datang ? .
Berkaca
pada sejarah, sejarah hanya memuat orang-orang besar dengan pengaruhnya yang
luar biasa, dan orang-orang didalamnya sebahagian besar dari latar belakang
orang yang berpendidikan. Dan perlu difahami, bagaimana mungkin bisa menjadi
orang besar dan berpengaruh untuk kehidupan tanpa secarik ilmu dari sebuah pendidikan.
Dalam
satu waktu, aku berada dalam sebuah forum. Didalamnya diutarakan sejuta pemaknaan
tentang kehidupan , pemaknaan tentang kedamaian dan kesejahteraan hidup, dan
semuanya disandarkan pada pendidikan. Dari situ aku mulai memaknai sendiri
bahwa pendidikan adalah langkah awal untuk merangsang nurani dalam menelusuri
makna hakiki sebuah kehidupan, bahkan dididalamnya terpancar energi spritual
yang tidak tersentuh dalam logika manusia, karena banyak hal yang tak mampu
meresap dalam rasio manusia tapi bukan berarti hal tersebut tak dapat terjadi
dalam dunia nyata. Setidaknya seperti itulah pemaknaan tentang peran
pendidikan. Jika disederhanakan, ada suatu makna yang dipetik tapi tidak pernah
disadari oleh manusia.
“
hanya pengetahuan yang akan membuatmu benar-benar hidup “, kira-kira itulah
ungkapan yang tepat untuk melukiskan peran pendidikan. Namun, sebuah penomena
perih kini semarak di telinga kita, sebuah study empiris menyebutkan tentang
banyaknya pola fikir masyarakat indonesia yang tidak memperdulikan pendidikan,
secara tidak langsung ini menambah tingkat keprihatinan kita, dan kita harus
merubah pola fikir tersebut. Semestinya kita Berkaca pada realita sekarang,
sebahagian besar orang yang hidupnya sejahtera adalah orang-orang yang
berpendidikan, bahkan mereka hidup terarah dengan ilmu pengetahuan mereka.
Pemerintah yang mengatur alur perkembangan negara inipun adalah mereka yang
tergolong dalam orang yang berpendidikan tinggi, pendidikanlah yang menyebabkan
mereka bisa menduduki jabatan di pemerintahan dan menjadi harapan untuk
kemajuan negara, dan hal ini merupakan bukti nyata dari peran pendidikan.
Dikisahkan,
di sebuah pulau terpencil di perairan kalimantan, mayoritas penduduknya
berprofesi sebagai nelayan, tersebut seorang nelayan hebat yang kini telah
sukses dan menjadi orang yang paling sejahtera diderahnya. Belakangan diketahui
ternyata dia adalah seorang sarjana lulusan sebuah universitas swasta di kota
dekat pulau tersebut. Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa meski
sama-sama berprofesi sebagai nelayan tapi cara dalam meraup keuntungan dilautan
itulah yang berbeda, jelas cara orang yang memiliki pengetahuan tentang
kelautan sangat berbeda dengan orang yang tidak tahu sama sekali ataupun yang
sekedar mewarisi cara moyang mereka. Ini bukan masalah teori saja tapi ini
adalah realita yang tak dapat kita pungkiri.
Terkait
dengan pendidikan, saya ingin mengatakan disini bahwa istilah yang paling tepat
bagi pelajar sejati adalah penjelajah ilmu. Pendidikan bukan sekedar tentang
belajar dengan sejuta teori saja tapi juga tentang tindakan atau perwujudan
dari teori yang diraup dalam pembelajaran itu. Dari tindakan itulah perlu
sebuah mental kuat untuk berani bergarak dan bertindak, dari sini kemudian
diperlukan mental aktifis. Kita tahu, mengetahui teori hanyalah perkara yang
mudah tapi pengaplikasian teori itulah yang tersulit. Bukankah kita sering
mendengar masalah berat yang diungkapkan seorang pecinta, “merasakan cinta ini
perkara mudah, bahkan aku mampu menuliskan kecintaanku dalam beratus-ratus
halaman, tapi yang tak dapat kulakukan hanyalah mengungkapkan cinta ini kepada
pujaan hatiku”. Sungguh ketidak beranian untuk bertindak itulah yang menjadi
benteng penghalang, ia bagaikan semudra yang terbentang luas memisahakan
seseorang dengan impiannya. Dari sini kita bisa memecahakan permasalah yang
dihadapi oleh seorang yang berpendidikan tingggi tapi masih menikmati
penganggurannya, masalahnya hanyalah dia tidak berani untuk bertindak. Banyak
sekali peluang yang bisa dia petik tapi dia tidak berani untuk memetik.
Kembali
kepada penjelajah ilmu, banyak sekali penjelajah ilmu yang gemar sekali dan
hanya berdiam dikamarnya melahap banyak tumpukan buku tebal dan bergulat dengan
fikirannya untuk memastikan nilai terbaik akan diperolehnya, tapi mereka
melupakan satu hal, seorang penjelajah adalah seorang yang berani bertindak dan
mengambil banyak resiko, maka demikan mereka tidak pantas dikatakan sebagai
penjelajah ilmu. Penjelajah ilmu adalah pelajar sejati yang belajar dan aktif
dalam kehidupan, dan hal itulah yang akan membawanya kepada kesuksesan.
1 comments
I agree with you.i recently Take My Class Online For Me,because i did take any class before,then my friend suggest me education company
ReplyDelete