Teknologi Infomasi & Bisnis
December 22, 2013
A. PENELITIAN TENTANG PERAN TI BAGI
BISNIS DARI MASA KE MASA
Selama berabad-abad organisasi telah mengelola
knowledge dan teknologi. Terutama pada masa revolusi industri, terlihat
jelas organisasi bisnis mengalami pertumbuhan pesat akibat adopsi
teknologi terbaru pada saat itu. Di abad ini, selama lebih dari tiga
dekade, sejak organisasi bisnis menggunakan komputer untuk kebutuhan pemrosesan
data, penggunaan teknologi informasi (TI) dalam organisasi bisnis terus
mengalami pertumbuhan yang pesat. Hal ini didukung dengan timbulnya pemahaman
umum bahwa penggunaan TI dalam organisasi akan mengurangi berbagai biaya akibat
adanya efisiensi serta bahwa keberadaan TI akan membuat organisasi yang
memilikinya akan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing.
Sejak saat itu, organisasi bisnis terus melakukan
investasi besar-besaran pada perangkat TI. Dari tahun 1996 sampai
2000 saja, perusahaan-perusahaan Amerika Serikat membelanjakan hampir 2 trilyun
dolar pada hardware dan software untuk mengejar peningkatan efisiensi,
produktifitas yang lebih tinggi dan penguatan laba. (Stiroh, 2001) Besarnya
investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut tentunya
diikuti pula dengan besarnya ekspektasi akan hasil yang dapat diperoleh
atas investasi tersebut. Investasi yang besar, diharapkan akan membawa
peningkatan yang besar terhadap kinerja atau produktifitas bagi organisasi
bisnis tersebut.
Namun demikian, belakangan disadari bahwa organisasi
bisnis yang merupakan top performer di Amerika Serikat adalah organisasi
bisnis yang tergolong hemat dalam melakukan belanja perangkat TI. Studi yang
dilakukan oleh Forrester Research dalam Maholtra (2005) menemukan bahwa
perusahaan dengan performa terbaik yang diukur dengan pendapatan,
Return on Assets (ROA) dan pertumbuhan cash flow memiliki belanja TI
yang lebih rendah dari rata-rata perusahaan lain. Penelitian Collins dalam Maholtra
(2005) pada perusahaan Amerika Serikat dengan performa terbaik selama 30 tahun
menghasilkan temuan yang serupa. Temuan tersebut menjadi bertolak belakang
dengan sejumlah penelitian, seperti yang dilakukan oleh Barua, Kriebel &
Mukhopadhyay (1991), Brynjolfsson dan Hitt (1994), ataupun Sircar, Turnbow
& Bordoloi (2001) yang membuktikan adanya hubungan positif antara investasi
perusahaan pada TI dengan kinerja. Hasil dari sejumlah penelitian tersebut
dapat dilihat pada tabel berikut, yang memperlihatkan bahwa investasi
perusahaan bagi TI tidaklah selalu diikuti dengan peningkatan
kinerja/produktifitas.
Tabel 1. Studi Empiris tentang Dampak TI terhadap
Kinerja/Produktifitas (Studi pada perusahaan sektor jasa hingga Manufaktur)
Peneliti
|
Sumber Data
|
Temuan
|
Strassmann
[1985]Strassmann [1990]
|
Computerworld,survei
terhadap 38 perusahaan
|
Tidak ada
korelasi antara investasi pada TI dengan ukuran-ukuran kinerja,
semisal ROI
|
Bender
[1986]
|
LOMA
insurance dataDari 132 perusahaan
|
Korelasi
lemah antara TI dengan berbagai rasio kinerja
|
Franke
[1987]
|
Data
industri keuangan
|
Investasi
pada TI berhubungan dengan penurunan tajam pada capital productivity
dan tidak ada dampak pada labor productivity
|
Dudley
& Lasserre [1989]
|
TI dan
komunikasi mengurangi biaya yang berkaitan dengan inventory
|
|
Parsons,
Gottlieb danDenny [1990]
|
Perbankan
|
Dampak
yang rendah dari teknologi informasi terhadap produktifitas
|
Alpar
& Kim [1991]
|
Perbankan
|
TI
mengakibatkan pengurangan biaya. 10 %. peningkatan pada investasi TI membawa
dampak pada 1.9% penurunan total cost.
|
Harris
& Katz [19 91]
|
40
perusahaan anggota LOMA
|
Hubungan
positif yang lemah antara TI dengan berbagai rasio kinerja
|
Barua,
Kriebel &Mukhopadhyay [1991]
|
Manufaktur
|
Investasi
pada TI berhubungan dengan sejumlah intermediate performance measure
yang kemudian berhubungan dengan ukuran-ukuran kinerja yang lebih tinggi
seperti revenue, ROA & market share
|
Mahmood
& Mann (1993)
|
Computerworld
data pada 100 perusahaan
|
Investasi
pada TI memiliki hubungan yang lemah dengan pencapaian strategi
organisasi dan kinerja secara ekonomi. Namun memiliki hubungan yang
signifikan bila diuji dengan canonical analysis yang dapat mengukur
efek kombinasi dari variabel-variabel investasi TI
|
Diewert
& Smith [1994]
|
Perusahaan
ritel Kanada
|
Peningkatan
produktifitas melalui pengelolaan inventory yang lebih baik dengan TI
|
Brynjolfsson
& Hitt [1994]
|
IDG,
Compustat, Bureau of Economics Analysis (BEA)
|
TI membawa
dampak pada peningkatan produktifitas dan menciptakan value bagi customer
|
Loveman
[1994]
|
PIMS/MPIT
|
Invetasi
pada TI tidak membawa dampak apapun terhadap output
|
Kwon &
Stoneman [1995]
|
UK Based
survey
|
TI
memiliki dampak positif terhadap output dan produktifitas.
|
Sircar,
Turnbow & Bordoloi (2001)
|
Perusahaan
yang tercantum pada Fortune 500 dan Fortune Service 500
|
Investasi
pada TI memiliki hubungan positif dengan sejumlah ukuran kinerja, seperti
penjualan, asset & ekuitas
|
Sejumlah studi empiris tentang dampak TI bagi
organisasi bisnis itu sendiri sebenarnya telah banyak dilakukan sejak
pertengahan era 1980’an. Penelitian tentang dampak TI pada organisasi bisnis
berakar pada topik penelitian mengenai information technology investment and
firm performance yang selama bertahun-tahun telah menjadi perdebatan
mengenai apakah investasi pada TI memiliki dampak yang positif dengan
ukuran-ukuran kinerja ataupun produktifitas. Penelitian yang dilakukan
sejak dua dekade lalu menghasilkan temuan yang mixed tentang manfaat TI
tersebut. Ketika TI diyakini memberi manfaat bagi organisasi bisnis yang
memilikinya, sejumlah penelitian justru menghasilkan temuan berupa ketiadaan
hubungan antara investasi perusahaan pada TI dengan peningkatan produktifitas,
suatu situasi yang disebut sebagai productivity paradoks (Dedrick,
Gurbaxani & Kraemer, 2002) Penelitian yang dilakukan tersebut, secara garis
besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu studi yang dilakukan pada level
perusahaan dan studi yang dilakukan pada level negara. Hasil dari sejumlah
penelitian tersebut memperlihatkan bahwa
investasi perusahaan bagi TI tidaklah selalu diikuti dengan peningkatan
kinerja/produktifitas
Pada studi level negara, di Amerika Serikat, Oliner
& Sichel (1994, 2000) menemukan bahwa penggunaan teknologi informasi
seperti computer hardware, software dan perangkat komunikasi
berkontribusi terhadap pesatnya pertumbuhan produktifitas pada era
pertengahan tahun 90’an. Namun demikian, Gordon (2000) dalam Simon & Wardop
(2002) mengemukakan bahwa teknologi informasi di AS tidak membawa dampak yang
luas terhadap pertumbuhan output, sebagaimana yang ditimbulkan oleh gelombang
inovasi besar pada abad lalu seperti ditemukannya listrik dan mesin dengan
pembakaran internal. Di Australia sendiri, penelitian oleh Simon& Wardop
(2002) menunjukkan Australia mengalami peningkatan pertumbuhan output
yang signifikan sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi dalam
organisasi. Lebih jauh lagi Jorgenson (2004) mencoba untuk melihat dampak
TI pada pertumbuhan ekonomi negara-negara G7. Ia menyatakan bahwa sejak 1995,
terdapat investasi yang besar terhadap perangkat TI pada negara-negara G7
dimana hal ini membawa kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara-negara
tersebut.
B. CONTOH DAMPAK TI BAGI BISNIS
Dalam perkembangan
dunia bisnis di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa peran TI dalam perusahaan
memberikan dampak yang signifikan, baik
itu berupa dampak positif ataupun dampak negatif. Berikut beberapa contoh perusahaan
yang didalamnya dipengaruhi oleh TI ;
a.
Penggunaan
media internet untuk pemasaran berupa iklan, contohnya ;
Penggunaan
media internet untuk pemasaran berupa iklan, contohnya ;
b.
Penggunaan
media massa untuk marketing berupa iklan, contohnya ;
Penggunaan
media massa untuk marketing berupa iklan, contohnya ;
c.
Penggunaan
teknologi untuk mempermudah kinerja perusahaan berupa komputer, contohnya ;
Penggunaan
teknologi untuk mempermudah kinerja perusahaan berupa komputer, contohnya ;
d. Penggunaan
teknologi untuk mempermudah kinerja perusahaan berupa mesin, contohnya ;
![]() |
e. Dan
sejenisnya.
C. PERUSAHAAN
YANG BERKUALITAS KARENA DIPENGARUHI OLEH TI
Berdasarkan
pemaparan sebelumnya tentang peran TI dalam perusahaan, dapat disimpulkan bahwa
pengaruh positif dari TI bisa dilahat dari sudut pandang tertentu, meski dari
beberapa study empiris mengungkap tentang kurangnya peran posif TI bagi bisnis
tapi jika kita tinjau dari sudut pandang pemasaran dan kinerja perusahaan tentu
memberikan peningkatan yang signifikan jika penggunaan TI itu diaplikasikan
berdasarkan keadaan perusahaan dan pertimbangan yang benar. Dari situ akan
nampak peran negatif TI bagi bisnis jika pengaplikasiannya berlebihan tanpa
diimbangi dengan keadaan perusahaan.
Kemudian
jika kita menilai kualitas sebuah produk atau jasa perusahaan berdasarkan penggunaan
TI dalam proses pada perusahaann, tentu akan terlihat lebih efisien jika itu
perusahaan jasa dan akan terlihat sangat baik jika itu berupa produk. Tentunya
kita juga harus memilah terkait penggunaan TI seperti apa yang dapat
dikategorikan sebagai perusahaan berkualitas. Dari sini penulis berpendapat
bahwa sebuah perusahaan akan dipercaya oleh konsumen ketika penggunaan TI dalam
perusahaannya telah teruji dengan pembuktian melalui sertifikat, pengharagaan
dan sejenisnya sehingga perusahaan akan selalu mencapai profit yang tinggi. Dan
jika disederhanakan, perusahaan dengan kualitas rendah tidak akan mampu
mencapai profit yang tinggi sehingga mereka tidak akan mampu menggunakan mesin terbaik
dan memasang iklan di media massa dengan biaya yang tinggi. Kesimpulanya adalah
perusahaan berkualitas diukur dari tingkat pendapatannya.
D. CONTOH
PERUSAHAAN YANG BERKUALITAS
Berdasarkan
kesimpulan yang ditangkap penulis, bahwa perusahaan yang berkualitas
diukur dari pendapatannya, Return on Assets (ROA) dan pertumbuhan cash
flow.
Dikutip
Kompas.com, barometer perusahaan berkualitas di indonesia berdasarkan
pendapatan tahun 2012, berikut beberapa
perusahaan berkualitas di Indonesia ;
1. ASTRA
INTERNASIONAL
2. TELEKOMUNIKASI
INDONESIA (PERSERO)
3. HM.
SEMPURNA
4. BANK
RAKYAT INDONESIA (PERSERO)
5. BANK
MANDIRI (PERSERO)
6. INDOFOOD
SUKSES MAKMUR
7. GUDANG
GARAM
8. GARUDA
INDONESIA (PERSERO)
Dari
beberapa perusahaan berkuliatas diatas,
semuanya sudah menjadi rahasia umum dikarenakan banyaknya dan seringnya
muncul di media massa berupa iklan dan sejenisnya, belum lagi banyaknya
penghargaan yang diraih serta seminar-seminar akbar menjadikan perusahaan ini
tetap dipercaya oleh masyarakat dan konsumen, dari situ kita melihat adanya
dampak positif dari TI dalam bisnis, hal ini ditentukan seberapa baik
pertimbangan dan keputusan yang diambil perusahaan dalam menyesuaikan keadaan
perusahaan dengan penggunaan teknologi dan informasi (TI).


0 comments